Gowes Lembah Seribu sudah lama ingin saya lakukan, namun belum ketemu rekan yang bisa escorting untuk jelajah track tersebut. Sampai
akhirnya sepakat dengan rekan David untuk survey rute tersebut. Berbekal
sedikit info dari masBoy yang sebelumnya sudah pernah kesana dan hasil obrolan
kecil dengan sobat goweser yang ketemu di Bedengan minggu lalu. Bangun subuh
Minggu 6 Januari 2019 lumayan berat, karena Sabtu-nya badan ini habis dihajar
Tennis 2 set, kalau tidak karena “kalah janji” dengan rekan David,
sebenernya malas untuk gowes, karena otot sekujur tubuh masih terasa pegal (nek
wong jawa ngarani njarem, he3x). Janji 5.30 tikum Kantor Telkom Batu, tidak
mampu saya tepati, nyampe lokasi sekitar 5.50, padahal sebelum 5.30 David sudah
standby di lokasi, “Tut Mir Leid, her David”. Setelah Download sepeda, sekitar
jam 6.05 kita berdua berangkat. Eh sebelum berangkat, sebenarnya kami sedikit
bingung dengan bagaimana cara mencapai start point paralayang dari kantor
Telkom Batu, jika lewat jalur utama Batu-Pujon jaraknya terlalu jauh, namun
jika memotong lewat jalan Rajegwesi (gunung klemuk) incline-nya mengerikan.
Karena tidak ada pilihan lain yang lebih baik, akhirnya saya putuskan untuk
ambil rute pendek jalan Rajegwesi, dengan konskuensi ada acara malu “nuntun
Sepeda”.
Kantor Telkom – Alun2 Kota Batu – Panglima Sudirman – Trunojoyo – pintas Arumdalu –
Rajegwesi, belok kanan masuk kampung menuju wisata Paralayang Gunung Banyak,
kita ikuti saja jalur ini sampai mentok, belok kanan ketemu berjajar warung2
makan, belokan kiri pertama (jalan beton/ cor semen) masuk. Kita ikuti saja
jalan ini dengan patokan arah “North Destination”. Dari jalan cor semen ini,
sepanjang kurang lebih 3 Km akan kita jumpai kampung yang cukup ramai di
selang-seling ladang/ kebun, jalannya aspal yang relatif baik, sampai ketemu
jalan makadam kurang lebih sepanjang 300m, sampailah kami di titik start lembah
seribu, di ketinggian 1.287 mdpl. Istirahat sejenak, snack fit bar untuk
menambah tenaga yang sudah terkuras melahap elevation gain hampir 500 m sejak
dari kantor Telkom Batu, minum air sari kelapa, ditemani sebatang cigarret
mild, sambil ngobrol dengan bapak-bapak yang sedang menambal pipa paralon air
yang bocor, tak lupa sessi foto.
Selepas
penat, kami lanjutkan etape berikutnya, yaitu menyisir jalur lembah seribu.
Sambil gowes sepanjang lereng yang disebelah kanan kami terhampar jurang/lembah
yang tiada putus, saya berfikir, “apakah karena lembahnya terbentang sepanjang
jalur gowes ini yang menyebabkan disebut lembah seribu”, mungkin seribu adalah
istilah yang pas untuk menggambarkan panjang lembah yang tiada putus, bukan
sejuta; seperti halnya jutawan untuk menggambarkan orang tajir, bukan
milyar-wan, ha33x. Track yang kita lalui masih menanjak sepanjang kurang lebih
3 km, slope-nya lumayan menantang, sampailah kami dipuncak ketinggian sekitar
1.500 mdpl. Sepanjang jalur ini, banyak simpangan-simpangan yang kadang membuat
ragu dalam memilih. Namun jika kita buka google map (signal T-sel available
sepanjang jalur gowes), maka akan mudah untuk memilih, dengan point of
reference adalah Coban Talun dan Taman rekreasi Selecta.
Start from the peak, track tersisa adalah turunan sepanjang
kurang lebih 5 km, yang sangat memanjakan “raja turunan”. Berpacu dalam
ketegangan bercampur kenikmatan, maka meluncurlah kami berdua di decline track
ini dengan David mendahului saya, kecepatan maximal saya di 45 kmph, jalur ini
berakhir di kawasan Wisata Bukit Kungkuk. Puas rasanya, setelah berhasil menyelesaikan
explore rute lembah seribu, disamping rute sudah terecord, juga karena
sepanjang rute suasana hijau hutan sangat menyejukkan. Pesan kami kepada para
goweser untuk jangan takut explore rute2 yang belum dikenal, dengan mempelajari
global map diawal, dan memperhatikan beberapa point of reference yang dirasa
cukup membantu, Insyaa Allah gak akan tersesat. Dan jangan lupa bekal minum
yang cukup, snack, kunci portable, ban dalam cadangan, HP (untuk jaga2, download
map offline, apabila dijalur gowes gak nemu signal selular). Perlu kami infokan
juga, bahwa track Lembah Seribu ini tanahnya cukup licin saat kondisi basah, so
apabila habis turun hujan sehari sebelumnya, agar lebih hati2 dan tidak
memaksakan enduro kecepatan tinggi.
Ok masBro n mBakSis, sampai disini acara berbagi info gowes,
kami juga masih penasaran untuk menyelesaikan track lembah seribu yang berakhir
di Coban Talun, tunggu tanggal mainnya.
0 comments:
Post a Comment