Saturday, March 16, 2019

LERENG PANDERMAN : Jelajah track off road menuju Coban Tengah


Gowes kali ini adalah gowes remedy dari yang sudah kami lakukan pada November 2017 lalu. Saat itu tracking kita kebablasan karena keenakan speed di turunan coban rondo, sehingga gak sempat lihat belokan arah Coban Tengah, tahu2 sudah sampai Coban Rondo. Nah kali ini saya coba sekali lagi dengan rute yang sama, start dari Perumahan Panderman Hills, juga dengan partner yang sama mas David, menyisir lereng Panderman sebelah utara.

Berangkat dari Kantor Telkom Batu, Sabtu 16 Maret 2019, jam 06.45. Siksaan awal adalah mendaki jalanan perumahan Panderman Hills yang lumayan extreme, disini saya sempat terhenti 2x, bukan karena faktor kaki atau nafas, tapi karena alarm Heart Rate menunjuk angka 170 bpm, jangan sampai maunya do training tapi malah colapse. Keluar perumahan Panderman Hills, mulailah track offroad pertama, sepanjang kira-kira 2.7 km adalah single track yang teramat licin dikarenakan turun hujan semalam, ditambah banyak rel bekas roda motor ataupun jalan air. Mungkin seperempat bagiannya saya lalui dengan menuntun sepeda, karena tidak memungkinkan untuk mengendarai sepeda pada kondisi track seperti itu.

Selesai dengan 2.7 km, dan setelah melewati perkampungan, sampailah di jalan akses menuju lokasi parkir bagi para pecinta alam yg ingin berkemah di Puncak Panderman. Saya potong jalan, menuju offroad etape dua. Masih single track dengan kondisi tanah licin, pada tahap ini banyak sekali persimpangan jalan yang susah untuk diingat meskipun sudah pernah saya lalui sebelumnya, disini GPS cukup membantu untuk menentukan pilihan arah yang akan diambil, namun sialnya banyak jalan setapak yang dibuat khusus menuju lokasi pertanian, dan jika kita terperangkap di jalur ini maka apes-lah kita, dan saya terperangkap 2x dijalur tersebut…alaa mak. Setelah menempuh jarak sekitar 6 km, sampailah saya di gerbang masuk Coban Tengah yang  kondisinya sangat memprihatinkan karena tidak terawat, oh ya…pada tahap ini terdapat track mengelilingi jurang yang cukup panjang, yang hampir sama dengan track lembah seribu. Dari sini tak nampak air terjun-nya, sudah kepalang tanggung dan kami tidak ingin melewatkan untuk menyaksikan penampakan Coban Tengah, maka sepeda kami sembunyikan di semak-semak, dan kami susuri sungai sepanjang kurang lebih 650 meter, maka sampailah saya di lokasi air terjun alias coban. Air Terjun Coban Tengah tidak terlalu besar debit airnya, namun ditumpahkan dari jarak yang cukup tinggi. Di sekitar lokasi air terjun terdapat TOILET yang kondisinya memprihatinkan, mungkin dulunya banyak pengunjung, namun karena kondisi medan yang sulit untuk menjangkaunya, sehingga tidak lagi banyak yang meminatinya, namun masih ada saja yang kesana meskipun tidak banyak, hal ini dapat dilihat dari adanya pemampasan segar ranting2 sepanjang jalan setapak menuju ke sana. Bagi peminat Coban Tengah yang tidak mau report, dapat menjangkaunya melalui akses jalan menuju Coban Rondo,  disini terdapat petunjuk arah yang mudah diikuti.

Mendung tebal mulai menyelimuti langit diatas Coban Tengah, dan saya pun segera berkemas untuk meninggalkan lokasi menuju titik finish di Kantor Telkom Batu melewati jalur utama. Ada hal menarik dari catatan Amazfit saya, saat berpacu di jalan aspal dari Patung Sapi  Pujon menuju titik finish, dengan kecepatan maximum 49 km/jam, ternyata Heart Rate saya mencapai angka tertinggi 190 bpm. Ternyata degup jantung tercepat tidak terjadi pada saat kita mengerahkan seluruh tenaga saat melahap tanjakan extreme, namun malah terjadi saat melaju pada decline track dengan kecepatan tinggi, seperti yang pernah saya baca bahwa olahragawan dengan degup jantung tercepat adalah pembalap MOTO GP.  

Ringkasan Gowes kali ini adalah, total jarak tempuh adalah 29.69 km; min/max altitude 885 dpl/ 1.561 dpl; slope sepanjang rute gowes : uphill = 65%, flat = 19%, downhill = 16% ; waktu tempuh 6 jam 24 menit, catatan waktu ini sudah termasuk tracking menyusur sungai menuju Air terjun dan istirahat di lokasi air terjun. Oh ya, bagi yang tidak senang bike hiking dan prefer enduro, maka rute bisa dibalik, dari coban rondo menuju panderman hills.

Demikian "story telling" (he3x...kayak lomba anak SMP) yang bisa kita bagi pada sobat gowes kali ini, semoga bisa menjadi referensi bagi yang tertarik untuk visiting Coban Tengah dan bike hiking tuk explore lereng Panderman, dan akhirnya Salam 2rodaMTB.


0 comments:

Post a Comment

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut