MENDEK BIKE PARK

Sedikit mengupas Track Mendek Offroad, track ini sebagian
besar adalah jalan setapak di areal ladang penduduk yg digunakan untuk akses ke
ladang maupun bagi peternak yang mencari rumput. Ada satu ruas yang panjangnya
kira-kira 100an meter yang diatasnya bertebaran bongkahan batu besar kecil yang
cukup menyulitkan bagi para bikers untuk manaklukkannya, tentunya dengan
kecepatan cukup, bukannya pelan2, saya pribadi lebih suka menyebut ruas ini
sebagai “Rock Garden”. Kemudian adalagi track didalam hutan pinus yang cukup
rimbun namun tidak panjang. Secara keseluruhan Track ini saya kasih Bintang 3,
cukup FUN bagi goweser seperti saya ini, skill pas2an dan umur sudah cukup
kadaluwarsa, tapi semangat masih Sweet Seventeen,.........wakakakak. Kalaupun
ada nilai minus Track ini adalah, tentang panjangnya yang tidak lebih dari 5 km,
kalau diukur dari waktu gowes, hanya butuh sekitar 30 menit untuk
menyelesaikannya, satu lagi kalau masih boleh menyebut kekurangannya adalah
jalur loading yang cukup panjang memutar sepanjang hampir 14km, jika mau 2-3 kali gowes.
Bonusnya, ada satu lagi track Mendek bikepark dengan level
“Technical”. Bikepark ini belum sepenuhnya jadi saat kami jejaki, masih dalam
proses penyelesaian. Medannya cukup lengkap, ada turunan curam, ada bumpy, ada
drop, ada berem, semua tracknya jalur cepat, track buatan ini mungkin tidak
lebih dari 1km, selepas itu dilanjut single track menurun sepanjang kurang lebih
2km berakhir di peternakan ayam potong. Perlu skill yang cukup dan satu
lagi keberanian dan “kenekatan” untuk goweser level saya untuk mencoba track
ini.
Kebetulan saya berkawan baik dengan mas David dari komunitas
gowes Lawang, yang merupakan salah satu perintis pembukaan track tersebut. Dan
pada Sabtu 14 Desember 2019, dia bersedia menjadi marshall kami untuk mencoba
Track tersebut, berlima saya pak We, Ari “Pace” Wongkar, pak Paryono alias mBah
No, mas Insan, ditambah marshall. Dari Malang kami berangkat sekitar jam 6.30,
menuju titik start di Warung Ringin. Tepat 07.35 kayuhan pedal sepeda mulai
diputar, sekitar 1.8 km dari warung Ringin menuju medan offroad adalah jalan
asphalt desa. Untuk menyelesaikan track ini hampir tidak membelanjakan energy
sama sekali selama kurang lebih setengah jam, hal ini dapat dilihat dari hasil
bacaan Amazfit saya yg cuma 463 Calory Burned, yang bekerja keras adalah lengan
dalam mengendalikan handlebar sepeda, dan Jantung khususnya saat me-manage
tingkat ketegangan, karena bpm saya mencapai 182. Final oppinion saya untuk
track ini adalah JEMPOL 3, dan harus sering2 balik sini.
Sedikit Tips, adalah jangan meninggalkan safety outware
untuk gowes di track ini, helm, knee & elbow protector, minimal pakai sepatu
outdoor yg tidak licin, Glove kalau ada type full, kacamata sport dan terakhir
sepedanya spec AM yang dalam kondisi siap tempur. Perlu sahabat goweser ketahui
bahwa rekan kami mas Insan dan mBah No beberapa kali harus berjibaku koprol dan beradu badan melawan batang pohon, karena medannya sangat sulit, sedangkan energy “kenekatannya”
berlebihan, maka dari itu Safety Outware sangatlah penting untuk melakukan
Riding AM seperti itu.
Satu lagi pesan bagi sahabat gowes yang sudah pada level “komersial”,
saran saya sebelum membawa tamu ke area tersebut sebaiknya melakukan komunikasi
terlebih dahulu dengan komunitas gowes Lawang yang sudah merintis
keberadaannya, setidaknya tidak semena-mena mengambil keuntungan dari jerih
payah orang lain, sebagai rasa hormat kita, kecuali mungkin untuk gowes
pribadi.
Akan sangat membahagiakan apabila tulisan ini bermanfaat bagi
pembaca, khususnya sahabat gowes, bisa menjadi referensi untuk beraktifitas
gowes sehat, rekreasi dan olah raga.
Akhirnya salam 2rodaMTB.
0 comments:
Post a Comment