Saturday, June 13, 2020

BUKIT JABAL MALANG


Bukit JABAL masih terasa asing di telinga kita, tidak seperti Gunung Panderman yang sangat dikenal dikalangan pecinta alam khususnya di wilayah Malang Raya, yang cocok untuk aktivitas trekking ringan pada ketinggian 2.000an mdpl. Anak2 muda asli Malang pun saya yakin banyak yang belum kenal bukit Jabal, apalagi tahu dimana tempatnya.


Check google maps, lokasinya persis disebelah barat P-WEC (Petung Sewu). Sabtu kemarin 130620, berlima gowes untuk survey titik start trekking bukit Jabal. Karena rumah kami terpisah arah, di daerah Blimbing, Sawojajar dan Sukun maka meeting point disepakati di depan Kantor Desa Kalisongo. Janjian kumpul pukul 7.00, ternyata 6.30 sudah nyampe tikum, ternyata otot kaki saya lebih kuat dari perkiraan saya sendiri. Setelah rombongan Sukun datang, berangkatlah kami menuju P-WEC, tujuan kami sebenarnya adalah bertanya kepada penduduk dusun Sumberbendo. Singkat cerita titik start trekking dapat kami identifikasi, maka kami putar haluan gowes back Home, namun karena waktu masih menunjukkan pukul 08.10, kami berhenti di rumah paling atas. Setelah basa basi sejenak dengan pemilik rumah, kami utarakan maksud kami untuk nitip sepeda sementara kami trekking keatas, ibu yang baik hati itu mempersilahkan untuk meninggalkan sepeda kami di pekarangan rumahnya.

Jika Triathlon atau yang paling popular saat ini dengan jarak IRONMAN (Ultra Distance), menggabungkan swim-cycling-run, maka kali ini kami menggabungkan antara cycling-trekking. Dari rumah terakhir kami menitipkan sepeda, mengurut jalan makadam sepanjang 700m sampai ke jalan paving menuju ke track pendakian, kemudian dilanjut dengan menyusuri perkebunan warga yang ditanami jeruk yang diselang-seling oleh tanaman cabe, sampai kami menemukan jalan bekas sungai, kami susuri jalan tersebut sampai ada percabangan, ambil yang kekanan sampai ketemu kali dengan bongkahan batu-batu besar yang bisa menjadi pijakan kaki saat menyeberang. Etape berikutnya dilanjut dengan jalan yang cukup lapang di sela-sela hutan pinus, saat menemukan percabangan jalan, ambil yang lurus sampai menemukan tanda arah pendakian ke Gunung Malang/ Bukit Jabal warna hijau yang di tempel di Pohon Pinus. Kita ikuti jalan naik tersebut sampai ketemu tanda penunjuk arah Gunung Malang tertempel di pohon pinus yang cukup kecil, kita ikuti saja arahnya.

Dimulailah pendakian ke Bukit Jabal, melalui jalan setapak diantara semak belukar yang ranting dan daunnya tertangkup antara sisi kiri-kanan. Sepanjang jalan adalah tanah liat yang jika musin hujan pasti sangat licin, di bawahnya tertanam jalur pipa untuk mengalirkan air bersih dari puncak bukit Jabal menuju perkampungan penduduk. Jalur pendakian sampai puncak sangat monoton, kita tidak bisa melihat pemandangan diatas karena tertutup rerimbunan daun, sehingga seolah-olah kami berjalan di lorong yang sangat panjang. Meskipun ketinggian bukit jabal hanya 1.470 mdpl, namun sangat melelahkan, berkali-kali kami harus berhenti untuk menata nafas dan mengistirahatkan otot kaki, hal ini disebabkan karena jarak pendakian yang relatif pendek, sehingga slope yang terbentuk lumayan menyiksa, dan menjadi tantangan tersendiri bagi kami yang sudah above fifty. Akhirnya, satu persatu dari kami sampai di TOP PEAK Bukit JABAL.

Beruntung kami, saat tiba di puncak sekitar pukul 11.00, kondisi udara cerah, clear tidak berkabut, sehingga nampak pemandangan yang menakjubkan. Arah Pandang ke utara nampak kota Batu dengan titik2 putih bangunan yang menjadi accessories-nya, jauh dibelakangnya nampak Gunung Arjuna berdiri kokoh menjulang tinggi yang puncak biru-nya menyembul diantara sekumpulan awan, pandangan kita geser sedikit ke barat, akan nampak Gunung Panderman, kemudian kami alihkan pandangan kami menuju arah timur, nampak Kota Malang dengan gedung2-nya, jauh dibelakangnya nampak puncak Semeru menjulang tinggi diatas awan. View dari puncak bukit Jabal sangat elok dan menakjubkan, belum lagi jika disaksikan pada pagi hari, tentunya lebih indah.

Bagi yang pingin nge-camp, tempat lapang di puncak tidak terlalu luas, perkiraan saya tidak lebih dari 25 tenda yang bisa didirikan, dan jika tidak kebagian tempat bisa meratakan semak2 di jalur pendakian di bawah puncak. Saya melihat terdapat pipa saluran air yang sengaja dilubangi untuk pengambilan air bersih dengan menggunakan selang plastik yang di taruh di pokok pohon didekatnya, sehingga bagi para camper tidak perlu khawatir akan ketersediaan air bersih. Karena tempat ini masih alami, tidak tersedia MCK. Begitulah bukit Jabal sebagai alternatif pendakian ringan atau camping selain Gunung Panderman yang berada di sekitar Malang Raya.

Kami memerlukan waktu sekitar 2.5 jam perjalanan mendaki, dan 1.5 jam perjalanan arah sebaliknya. Sedangkan untuk mencapai titik start pendakian, kami gowes pergi-pulang sepanjang 30 Km. Cukup asyik juga menggabungkan Outdoor Activity Cycling and Trekking dalam satu kesempatan, sobat Natur Lover boleh mencoba dan rasakan sensasinya.

Terima kasih pak Fa, pak Ivan, pak Dhe Bambang, dan pak Edy yang telah menemani saya blakrak-an, untuk selalu mencoba dan menemukan rute baru gowes maupun trekking.

0 comments:

Post a Comment

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut